Rossi Kalah Lebih Nyata

By : Andi Abdullah Sururi, detikSport

Motegi Tahun lalu boleh dianggap Valentino Rossi hanya kalah beruntung sehingga kehilangan gelar juara dunianya. Tapi musim ini ia memang kalah dari Casey Stoner dan Ducati-nya.

Tahun 2006, setelah memastikan tetap berada di jalur Moto GP setelah sempat digembor-gemborkan bakal banting setir ke pentas Formula 1, Rossi malah kehilangan gelar yang telah dikoleksinya sebanyak lima kali — dua lainnya masing-masing satu di kelas 125cc dan 250cc.

Meskipun menjadi pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di musim itu, yakni lima, tapi Rossi tidak finish sebagai juara. Ia kalah dari Nicky Hayden, yang sesungguhnya hanya dua kali naik podium teratas di sepanjang musim itu.

Selain menghadapi persaingan ketat dengan Hayden dan juga Loris Capirossi, Marco Melandri, dan Dani Pedrosa, kegagalan Rossi banyak dipengaruhi oleh bad luck. Sedikitnya ia mengalami lima insiden krusial yang membuatnya kehilangan banyak angka.

The Doctor bahkan retired tiga kali, di Shanghai, LeMans, dan Laguna Seca. Puncak kesialan Italiano berusia 28 tahun itu terjadi di seri terakhir di Valencia. Dalam posisi bagus untuk mematahkan Hayden, ia malah terjatuh tanpa lawan, yang membuatnya finish di urutan ke-13. Efeknya? Ia kehilangan gelar juara cuma karena kalah lima poin dari Hayden.

Musim ini Honda mengalami masalah dengan perubahan ke mesin 800cc. Perlawanan dari Hayden, Pedrosa, dan Melandri buat Rossi pun sedikit mengendur. Tapi tidak demikian dengan Ducati dan Casey Stoner-nya.

Desmosedici GP7 begitu hebat di tangan Stoner. Pembalap muda Australia itu mendadak jadi “teror” buat Rossi. Celakanya, performa YZR-M1 yang disediakan Yamaha tidak optimal karena Michelin tidak sebaik Bridgetone selaku penyuplai ban Ducati.

Dari 14 seri Rossi hanya menang empat kali, atau setengah dari yang mampu dilakukan Stoner. Sudahpun begitu ia juga beberapa kali mengalami insiden dan masalah teknis pada motornya.

Setelah berkali-kali hanya bisa mengeluhkan performa Michelin, minggu lalu Rossi berhasil mengalahkan Stoner di Estoril dan menjuarai seri Portugal. Di situ Michelin tampak mengalami kemajuan pesat.

Tapi kemenangan itu antiklimaks lagi di Motegi, Jepang, hari ini, Minggu (23/9/2007). Sempat memimpin balapan di pertengahan lomba. Rossi harus mengucap good bye pada kesempatan menghambat Stoner. Setelah menukar motornya di lap 14, untuk berganti ke ban kering, Yamaha-nya mengalami masalah, dan terlempar ke posisi 13.

Selesai sudah perlawanan Rossi di saat balapan masih tersisa tiga seri. Sejak awal ia sudah kalah dari Stoner dan Ducati, dan kejadian di Motegi hari ini seakan-akan menegaskan bahwa ia memang belum ditakdirkan untuk menjuarai Moto GP lagi.

Mungkin musim depan.